Minggu, 05 April 2009

PALPASI REGIO PANGGUL, HIP DAN TUNGKAI ATAS

1. Crista Iliaca

· Ujung atas dari os illium.

· Palpasi dengan berkacak pinggang disisi lateral perut, turun ke bawah, dijumpai lengkung tulang.

· Ketinggian crista iliaca setinggi L4.

2. Spina Iliaca Anterior Superior

· Palpasi dari crista iliaca ke caudo ventral ada tonjolan.

· Palpasi dari lipat paha ke cranio lateral dijumpai bagian yang menonjol.

· Ketinggian SIAS setinggi S1.

3. Spina Iliaca Anterior Inferior

· Palpasi dari SIAS ke medio caudal akan dijumpai tonjolan yang lebih kecil. Dapat diikuti fleksi hip secara pasif.

· Terletak diantara m. Sartorius dan m. Tensor fascia latae.

4. Spina Iliaca Posterior Superior

· Palpasi dari crista iliaca ke dorso caudal ada tonjolan kecil.

· Dapat digunakan untuk menentukan simetris tidaknya pelvic.

· Regio setinggi SIPS sering digunakan untuk mencari nyeri tekan yang merupakan refered pain karena lesi regio lumbosakral

· Ketinggian SIPS setinggi S2.

5. Coccygeus

· Palpasi dengan rectal toucher, posisi seperti sujud masukkan jari tangan pada anus.

· Sering dijumpai sub luxatio dan exostosen os coccygeus pada post partum atau paska jatuh terduduk atau penunggang kuda.

6. Articulatio Sacro Iliaca

· Palpasi dengan membuat garis bayangan antara SIPS kanan dan kiri, akan dijumpai S2. Letakkan jari telunjuk antara SIPS dan S2 kemudian membungkukkan badan dan kembali berdiri. Seringkali dirasakan gerakan antara sacrum dan ilium.

· Antara SIPS dan S2 terdapat celah ke arah caudo medial.

7. Tuber Ischiadicum

· Palpasi sebelah distal tepi bawah m. Gluteus maximus tepatnya disebelah lateral garis pantat. Bila hip digerakkan fleksi palpasi akan lebih mudah.

· Nyeri pada regio ini dapat karena cidera teooseal m. Hamstring dan atau bursitis.

8. Trochantor Mayor

· Palpasi dengan posisi tengkurap, letakkan ujung jari di sebelah laterodorsal hip dan hip digerakkan ke abduksi. Saat abduksi akan tampak cekungan di proximal trochantor mayor.

9. Trigonum Femurale Laterale

· Merupakan bangunan berbentuk segitiga tepat disebelah distal SIAS.

· Dibentuk oleh m. Tensor fascia latae (lateral), m. Sartorius (medial) dan m. Rectus femuris (distal).

· Palpasi dengan fleksi dan abduksi hip melawan tahanan.

· Pada trigonum femurale laterale bila dilakukan penekanan akan terasa nyeri mengenai n. Cutaneus femurale laterale.

10. Tuberculum Pubicum

· Palpasi dari lipat paha ke arah caudo medial akan dijumpai tonjolan. Atau dengan mengikuti otot m. Adduktor longus ke arah origo dan akan berakhir pada distal tuberculum pubicum.

· Sering digunakan sebagai acuan untuk menentukan hernia femuralis atau hernia inguinalis.

· Hernia femuralis akan disebelah lateral tuberculum pubicum.

· Hernia inguinalis akan disebelah medial tuberculum pubicum.

11. Ligamen inguinale

· Merupakan fascia yang menebal.

· Palpasi pada lipat paha, dari tuberculum pubicum menuju SIAS akan dirasakan adanya sesuatu yang menegang.

12. Trigonum femurale mediale

· Segitiga yang dibentuk oleh lig. Inguinale (cranial), m. Adduktor longus dan m. Gracilis (medial), m. Sartorius (lateral)

· Palpasi dengan gerakan hip fleksi, eksorotasi dan abduksi.

13. m. Sarsorius

· Palpasi aktif : terlentang, gerak hip ke fleksi, abduksi dan eksorotasi melawan tahanan dengan knee fleksi. Otot bagian proksimal akan tampak.

· Palpasi pasif : raba dari SIAS ke distal

14. Origo m. Rectus femuris

· Palpasi dengan menekan pada trigonum femurale laterale (+ 3 cm distal SIAS).

15. m. Tensor fascia latae dan tractus ilio tibialis

· Palpasi posisi terlentang, knee lurus, hip fleksi 450 dan abduksi. TFL dan TIT akan tampak pada bagian lateral tungkai atas

16. m. Gluteus medius

· Palpasi posisi terlentang, knee lurus, hip gerak abduksi melawan tahanan. Sisi lateral hip akan tampak cekungan yang dibatasi oleh m. TFL (ventral) dan m. Gluteus maximus (dorsal). Palpasi pada cekungan tersebut.

· m. Gluteus medius tertutup m. Gluteus maximus.

17. m. Adduktor longus

· Palpasi posisi terlentang, hip adduksi melawan tahanan, akan tanpak jaringan yang menegang dan menonjol di bawah tuberculum pubicum.

· Dapat dipalpasi sampai hingga daerah persilangan dengan m. Sartorius.

· Tendo sering mengalami cedera pada atlet renang, sepak bola, lari.

18. m. Gracilis

· Terletak di media dorsal m. Adduktor longus.

· Teknik palpasi dengan “dwarse palpatie techniek”

19. m. Adduktor magnus

· Terletak di posterior m. Gracilis dan anterior m. Semi membranosus.

· Palpasi pada sisi medial tungkai atas ke arah distal menuju knee (proximal condylus medialis femuris).

20. m. Gluteus maximus

· Merupakan otot pembentuk kontur pantat.

· Palpasi dengan hip extensi melawan tahanan.

21. m. Semi tendinosus

· Palpasi posisi tengkurap, knee fleksi 900, knee endorotasi, palpasi pada dinding medial fossa poplitea.

22. m. Semi membranosus

· Letak di bawah m. Semi tendinosus

· Palpasi posisi tengkurap, knee fleksi 900, knee endorotasi, palpasi pada medial dan lateral m. Semi membranosus.

23. m. Biceps femoris

· Palpasi posisi tengkurap, knee fleksi dan eksorotasi melawan tahanan. Biceps caput longum akan tampak jelas disebelah lateral fossa poplitea.

24. m. Quadriceps femuris.

· Palpasi posisi terlentang, knee ekstensi melawan tahanan.

· m. Rectus femuris di sisi depan paha bagian tengah.

· m. Vastus lateralis di sisi depan paha bagian lateral.

· m. Vastus medialis di sisi depan paha bagian medial.

· M. Vastus intermedius di sisi depan paha, tertutup oleh m. Rctus femuris.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar